KOTA BATU, Klikbatu.id – Hari ini bertepatan dengan puasa ramadhan, Gusdurian Kota Batu,mengadakan kegiatan Nasional bersama para tokoh dari berbagai agama dan kepercayaan untuk berkumpul bersama di Pura Giri Arjuno, sekaligus bersama – sama mengucapkan selamat hari raya Nyepi sekaligus bersilaturahmi dengan pemeluk Agama Hindu.( 12/03/2024 )

Kegiatan ini dilakukan pada selasa, 12 Maret 2024 pada pukul: 10.00 WIB yaitu Setelah ibadah Nyepi, yang mana awalnya titik kumpul pemberangkatan dari GSJA Maranatha Family, Pukul 08.00 WIB, lalu Pukul 09.00 berangkat bareng menuju Pura Luhur Giri Arjuno.

Seperti yang dikenal masyarakat, toleransi Gusdurian ini menjadi bentuk refleksi dan memotivasi antar umat beragama, dimana Gusdurian mengikutiĀ  perjuangan Gus Dur, sesuai dengan ajarannya ” Menguatkan Integritas Gerakan, Meneguhkan Spirit Kebangsaan”.

Sejumlah tokoh juga hadir dalam acara tersebut Diantaranya Dewan Paroki Kota Batu, Biara SVD, Serikat SVD ( Societas Verbi Divini/ Dalam bahasa Indonesia Serikat Sabda Allah, sebuah ordo di Katolik), Pemuda Katolik, Smanera dari Vihara Dhammadipa Arama, FKUB ( Forum Komunikasi Umat Beragama), Komunitas Flobanora ( Komunitas Para Perantau Flores), Penghayat Kota Batu ( Sapto Darmo, Kepribaden), Perwakilan Umat Islam bahkan PJ Walikota Batu hadir begitu mendengarkan adanya kegiatan ini serta memberikan sambutan dan apresiasi pada semua.

PJ Walikota memotivasi dan mengingatkan : ” Saya mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi tahun saka 1946 pada umat Hindu di Pura Luhur Giri Arjuno, dan berharap pada Gusdurian untuk terus menjaga kerukunan umat beragama, dan menjadi perekat sebuah perbedaan perbedaan di Batu, serta para Gusdurian untuk selalu bersama dengan orang yang lemah, seperti yang diajarkan oleh Gus Dur.” Ungkap Aries Agung Paewai,PJ Walikota Batu.

Setelah memberikan sambutan dan mengucapkan selamat pada Tokoh dan Umat Hindu serta menyalami semuanya, PJ juga memberi paket bingkisan Nyepi kepada umat Hindu yang membutuhkan.

Dari pertemuan Gusdurian hari ini,Haris selaku Koordinator GUSDURian Batu berharap hal ini juga menjadi untuk mengasah alat perjuangan, nurani dan hati.

” Gusdurian akan selalu berusaha menjadi perekat perbedaan selain terus bersama dengan orang yang lemah dan dilemahkan seperti yang diajarkan Gus Dur, kita disini untuk mengasah alat perjuangan kita, mengasah nurani dan hati serta komitmen, pikiran juga perjuangan kita” ungkap Haris

Ya sedikit tentang apa itu GUSDURian!? :

” GUSDURian adalah komunitas lintas Iman yang berjejaring lebih dari 150 kota dan 7 negara. GUSDURian Batu adalah bagian dari jaringan GUSDURian, yang secara nasional di koordinasi oleh SEKNAS GUSDURian, bersekretariat di Yogyakarta.

Di luar itu, GUSDURian adalah komunitas murid-murid Gus Dur, yang belajar mempraktikkan nilai-nilai dan prinsip Gus Dur, baik di keluarga, masyarakat, maupun sebagai warga bangsa dan dunia.

Ada 9 nilai utama yang menjadi panduan kita dalam ber-GUSDURian, yaitu :
1. Ketauhidan (spiritualisme)
2. Kemanusiaan
3. Persaudaraan
4. Kesetaraan
5. Keadilan
6. Pembebasan
7. Kesederhanaan
8. Keksatriaan
9. Kearifan tradisi.

9 nilai itu merupakan refleksi dari nilai-2 hidup Gus Dur. Dan, WAG GUSDURian Batu ini adalah ruang kita untuk berbagi inspirasi yang dipandu oleh 9 nilai itu, sekaligus ruang kita berkomunikasi.

Satu hal, GUSDURian adalah gerakan kebudayaan, gerakan nilai, kita tidak berpolitik pragmatis. Pilihan politik diserahkan kepada masing-masing individu sebagai hak warga negara. GUSDURian secara organisasi bersifat non-partisan, tidak berpihak kepada partai apapun.

GUSDURian adalah komunitas yang cair dan flexible. Kita tidak punya AD/ART. Landasan gerak kita adalah 9 nilai.

Secara nasional, GUSDURian di bawah koordinasi putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid. ” Ungkap Haris

Komunitas Gusdurian memang komunitas jejaring kultural, selalu bersifat terbuka, non politik praktis yang terdiri dari para individu dan komunitas yang mendukung pemikiran, meneladani karakter, nilai, dan prinsip keberagan.

Haris memiliki harapan Gusdurian berupaya untuk meneruskan perjuangan Gus Dur yang berada dalam berkoordinasi, Jaringan GUSDURian dalam bertindak dan berperilaku mengacu pada Sembilan nilai dasar Gus Dur; spiritualitas, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, kekesatriaan, persaudaraan, dan kearifan tradisi.

( Wic)

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *