{ klikbatu.id } Kota batu | Gegap gempita penuh kemeriahan gelaran acara  pentas seni yang diadakan oleh kelurahan sisir kota batu, di hadiri banyak sekali pengunjung tidak kurang dari 500 orang pengunjung memadati area tribun Sendratari Arjuna Wiwaha pada sabtu 18/03/2023.

Ada banyak pertunjukan kesenian dan kebudayaan yang di tampilkan dalam acara yang semuanya di isi oleh para pelaku seni dan budaya yang asli warga kelurahan sisir kota batu, yang memang banyak melahirkan seniman mulai dari seni rupa, seni pertunjukan, seni teater, seni tradisional, kontemporer dan lain sebagainya.

M. Vyata Aria Pranaka lurah kelurahan sisir menyampaikan, dalam acara Ini kita yang pertama adalah membedah tentang Filosofi alam dengan tema nya lingkungan hidup, utamanya kita fokuskan terkait dengan menjaga mata air Brantas,  pada awalnya festival Brantas ini dicanangkan pada waktu itu di mulai tahun pada tahun 2015.

Pemerintah, masyarakat dan tokoh-tokoh terutama berkaitan dengan lingkungan hidup dan penyelamatan bumi, juga masalah air dan juga masalah budaya yang harus selalu di di jaga dan di rawat secara bersama-sama.

Dan akan membuka pengetahuan keselamatan dan kesehatan kepada seluruh elemen masyarakat  agar menjaga lingkungan dan kesadaran menjaga  lingkungan ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi juga tanggung jawab masyarakat dan seluruh elemen yang ada di pemerintahan juga, karena apa artinya kalau kita tidak menjaga lingkungan dengan baik, maka lingkungan akan memakan kita. Melalui kegiatan ini masyarakat supaya lebih sadar menjaga hubungan yang baik dengan lingkungan hidup di sekitarnya.

Tidak lupa juga pemerintah kelurahan sisir menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat kelurahan sisir khususnya dan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya acara Featival Brantas teraebut.

Di harapkan dengan adanya gelaran Festival brantas, Masyarakat akan semakin mencintai lingkungan hidup dan terus menerus bergadengan tangan menjaga kelestarian alam khususnya sumber mata air sebagai soko guru kehidupan. “Ing madyo mangun karso tutwuri handayani toto titi  tentrem kerto raharjo urip urup memayu hayuning bhawana. {Ags}

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *