Jakarta,Klikbatu.id – Mantap, Indonesia dan Kenya sedang melaksanakan pertemuan bilateral yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Menko Marves Luhut B. Pandjaitan mengusulkan agar Indonesia dan Kenya berkolaborasi dalam mengelola sumber daya secara berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan nilai produk pertambangan melalui pengolahan hilirisasi.

Selain pengelolaan sumber daya, Menko Luhut juga mengusulkan beberapa isu, seperti pengembangan infrastruktur maupun transisi energi dan perdagangan komersial, seperti peternakan.

“Ya saya yakin kebijakan ini akan meningkat neraca perdagangan kita, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan menguntungkan kedua negara,” ujar Menko Luhut saat membuka pertemuan bilateral Indonesia-Kenya di kantor Kemenko Marves pada Rabu (10-5-2023).

Pada pertemuan ini, Menko Luhut menjelaskan bahwa implementasi kebijakan hilirisasi selama ini terbukti memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia dengan meningkatkan nilai ekspor, memberikan kontribusi terhadap nilai PDB, memperbaiki neraca perdagangan, penyerapan tenaga kerja, serta mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jawa dengan tujuan untuk pemerataan pembangunan.

Selanjutnya, terkait pengembangan infrastruktur, rencananya Indonesia-Kenya akan menggunakan sistem digitalisasi khususnya untuk pengembangan pelabuhan. Menko Luhut mengatakan, bahwa Indonesia akan membantu Kenya untuk membantu dalam meningkatkan daya saing pelabuhan Mombasa dan menjadikannya sebagai pusat global di Afrika.

“Kami juga berkomitmen untuk memberikan beasiswa kepada 15 pejabat Kenya untuk membangun kapasitas dalam sistem manajemen pelabuhan yang berkelanjutan dan berbasis smart port di Indonesia,” tutur Menko Luhut.

Indonesia-Kenya juga akan berkomitmen agar dapat mempercepat transisi energi yang bersih, berkelanjutan, adil, terjangkau, dan inklusif, “Kami bersedia berkolaborasi dalam teknologi inovatif di sektor energi dan mendorong kerja sama, bantuan teknis, dan transfer teknologi,” kata Menko Luhut.

Sementara itu, terkait perdagangan ternak, Indonesia-Kenya telah sepakat bekerja sama dengan otoritas di Kenya untuk memastikan protokol kesehatan serta regulasi ekspor ternak. Menko Luhut setuju agar Indonesia-Kenya perlu mempercepat proses ini sehingga rencana ini agar segera dilaksanakan.

Sebagai informasi, Menko Luhut melaksanakan kunjungan kerja ke tiga negara di Afrika, yakni Republic of Kenya, Republic Demokratik Kongo (RDK), dan Zimbabwe pada pertengahan Januari lalu.

( Red )

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *