MALANG,(KLIKBATU.ID)- Rencana BBWS melakukan penggusuran PKL yang menempati sempadan avtur sungai brantas di bekas terminal Tidar yang diangendakan hari ini, rabu (14/06/2023) tidak terlaksana atau kemungkinan batal dilakukan.

Dihubungi melalui Whatsapp, Kasatpol PP Kota Malang Heru Mulyono menyebutkan bahwa penertiban dilahan itu, bukan kewenangan Satpol PP Kota Malang.

“Lahan yang ditempati PKL Tidar merupakan lahan BBWS Kementerian PUPR. Penertiban dan eksekusi pidana di bekas terminal Tidar bukan kewenangan Satpol PP Kota Malang.”jelasnya

Sementara itu, Ketua BEM Malang Raya Abinaga Parawansa menyebutkan bahwa BEM Malang Raya sudah melakukan kajian terkait surat penggusuran yang dilayangkan BBWS kepada para PKL yang terindikasi ada kepentingan dibaliknya.

“Kalau sejauh mana pengkajian teman-teman BEM Malang Raya bisa mendampingi warga dan paguyupan PKL terkait surat peringatan tersebut ada indikasi penting dibalik surat penggusuran ini. Jadi kita putuskan bergerak mendampingi warga.”ujarnya

Menurutnya, pihak pemerintah Kota Malang seharusnya memiliki kewajiban dan kewenangan untuk melakukan penataan dan pemberdayaan PKL yang tertuang dalam Permendagri No.41 tahun 2012.

“Bahwa artinya sudah jelas bahwa penderitaan ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Namun yang terjadi ialah pemerintah kota hanya diam terhadap PKL Tidar”jelasnya

Abinaga juga menambahkan bahwa, dirinya mengapresiasi jika tidak terjadi penggusuran.

“Per hari ini ketika kami mengawal, tidak terjadi penggusuran. Tentunya juga menjadi apresiasi kita bahwa, ini yang kita inginkan. Janganlah ada penggusuran dulu, namun pihak pemerintah Kota Malang sendiri melakukan upaya penataan PKL terlebih dahulu”pungkasnya

Pantauan awak media yang hadir mulai pagi dan sudah mendengar informasi akan adanya penggusuran oleh BBWS terkait surat SP3 beberapa waktu lalu, menyebutkan bahwa pada tanggal 14 Juni 2023 akan dilakukan eksekusi dan penggusuran PKL yang menempatkan lahan bekas terminal Tidar.

Namun hingga siang pukul 14.00 WIB tidak ada personel dari pihak-pihak yang berkepentingan dan hanya terlihat para PKL dan mahasiswa yang berjaga-jaga jika ada kemungkinan penggusuran yang dilakukan oleh BBWS.(AS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *