Foto: Galeri Pemerintah Kota Padang

Wisatanews.id– Tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan cerita Malin Kundang kan? Dongeng tentang seorang anak yang ditakdirkan menjadi batu karena ketidaktaatan ibunya.

Di balik kisahnya yang melegenda, kisah Malin Kundang meninggalkan jejak berupa batu berbentuk orang sujud. Lokasi Batu di kawasan pantai yang sangat indah.

Foto: Faouzi Trisaksono

Pantai Air Manis namanya. Pantai Air Manis merupakan salah satu pantai di kota Padang yang meski tidak lepas dari ombak, namun tetap terkesan luas dan landai.

Pantai ini dikenal sebagai rumah bagi sejarah Malin Kundang. Pantai ini memiliki pasir yang bertekstur putih pekat dan bersih.

Tak heran jika banyak juga pengunjung yang memanfaatkannya sebagai arena olahraga seperti permainan bola dan lain-lain. Anak-anak juga merasa nyaman bermain membangun istana pasir, membenamkan tubuh di pasir, dan berbagai aktivitas seru lainnya.

Menurut postingan dari situs resmi Tourism.padang.go.id, Pantai Air Manis juga merupakan pantai di Kota Padang yang masih ditumbuhi pohon kelapa. Dengan demikian, terlihat indah dan menciptakan area rekreasi yang teduh selain pondok-pondok liburan yang disediakan oleh penduduk setempat.

Ombak di Pantai Air Manis cukup tinggi pada waktu-waktu tertentu sehingga dimanfaatkan para peselancar untuk berselancar. Selain itu, bagi pecinta olahraga yang memacu adrenalin, tersedia pula layanan paralayang yang didampingi oleh awak kapal yang berpengalaman dan terlatih.

Obyek wisata ini dilengkapi dengan fasilitas umum yang memadai. Seperti toilet, tempat ibadah dan tentunya tempat parkir kendaraan roda 2 maupun 4.

Sedangkan untuk memasak, cukup banyak kantin atau warung yang menjual aneka makanan dan minuman. Tak terkecuali pedagang kaki lima atau pedagang keliling. Salah satu menu andalan warung ini adalah kelapa muda.

Pantai Air Manis terletak di bagian selatan kota Padang. Tepat di belakang bukit Gado-gado dan gunung Padang. Sebelumnya, akses menuju tempat wisata ini kurang nyaman.

Selain cukup jauh dari pusat kota, medannya cukup menantang karena sempit dan cukup terjal naik turun. Namun kini pengunjung dapat dimanjakan dengan rute baru yang representatif namun juga seru karena melewati Jembatan Kota Nurbaya yang menghubungkan jalan datar baru yang besar, melintasi perbukitan dengan pemandangan indah dan jarak tempuh yang lebih pendek.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *