Kota Batu ( Klikbatu.id ) ; Dengan didampingi langsung oleh Lurah Ngaglik dan perwakilan dari aparat desa Pesanggrahan, pihak Kusuma Agrowisata mulai melaksanakan pengerukan material dan sampah yang ada di Kali Curah.

Dan pada pelaksanaan pengerukan kali Curahhari ini, yang tepatnya berada di antara permukiman warga kelurahan Ngaglik dan Kusuma Pesanggrahan ( milik Kusuma Agrowisata ) ini mengunakan satu mobil eksavator dan satu mobil Dum Truk.

Perwakilan dari Kusuma Agrowisata Yani Andoko saat pelaksanaan proses pelaksanaan pengerukan kali Curah menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan pengerukan pada hari ini agak molor sedikit waktunya karena masih menunggu koordinasi dengan pihak desa Pesanggrahan, Kelurahan Ngaglik beserta dinas PUPR kota Batu.

” Alhamdulillah pada hari ini sesuai rekom dari Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan DInas Perijinan maka kami udah bisa kami mulai melaksanakan pengerukan material dan sampah yang ada di Kali Curah ini.

Estimasi waktu pengerukannya kami belum tahu , karena pelaksanaan pengerukan pada hari ini masih mendasari dulu. Untuk pengerukannya nanti kira-kira dengan kedalaman 4 meter , namun masih menunggu arahan dari pihak PUPR kota Batu.

Selanjutnya akan langsung kita laksanakan pengerukan dan hasil pengerukan material dan sampah ini akan kita usung mengunakan mobil Dum Truk untuk di taruh di area lokasi milik dari Kusuma Agrowisata “, jelasnya.

Yani Andoko juga menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan Ngaglik dan Desa Pesanggrahan agar memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membuang material atau sampah dikali curah ini.

” Karena kalau di tumpuki material terus menerus maka di takutkan kalau musim penghujan datang bisa terjadi banjir.

Dan kami tegaskan bahwa yang membuang material ini bukan dari pihak Kusuma Agrowisata, namun hal ini tidak kita permasalahkan karena pengerukan untuk membersihkan kali curah ini.

Intinya, yang di anggap tidak beres akan kita bereskan, demi kebaikan bersama”, tegasnya.

Disinggung terkait jembatan penghubung, Yani Andoko menjelaskan bahwa karena masih ada aktifitas dari masyarakat maka untuk jembatan penghubung akan di benahi juga namun masih mengunakan bambu.

” Dari DPRD juga sudah menyampaikan akan membangunkan secara permanen untuk jembatan penghubung ini.

Dan untuk PSU dari Kusuma Pesanggrahan ini sesuai aturan yaitu 4 meter ditambah 2 meter dari sepadan kali curah, nanti setelah selesai semua, PSU nya akan kami serahkan kepada Pemerintah Kota Batu.

Seperti sebelumnya, pihak Kusuma Agrowisata juga sudah menyerahkan PSU dari perumahan Pinus kepada Pemerintah Kota Batu, ada sekitar 2 hektar lebih yang sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Batu.

Dengan diserahkannya PSU tersebut ,.maka dari itu aset milik pemerintah kota Batu akan bertambah “, jelasnya.

Ditempat yang sama Lurah Ngaglik Rendra mengucapkan terima kasih kepada pihak Kusuma Agrowisata yang sudah melaksanakan proses pengerukan di kali curah ini.

” Dengan dilaksanakannya pengerukan ini berarti pihak Kusuma Agrowisata sudah merespon keluhan dari masyarakat.

Diharapkan dengan dilaksanakannya pengerukan tidak ada lagi yang membuang material di kali curah ini “, jelasnya.

Terkait dengan jarak bangunan warga Ngaglik dari sepadan sungai, Rendra menjelaskan bahwa untuk bangunan memang harus mentaati peraturan perundang-undangan yaitu 4 meter tambah 2 mater dari sepadan sungai.

” Hanya saja , untuk bangunan yang sudah berdiri itu tidak mungkin, ada aturan yang memiliki status quo dengan berproses untuk dibersihkan namun itu melihat dari Pemerintah daerah masing-masing bisa apa tidak seperti di Jakarta bisa membersihkan bangunan yang ada di kanal Timur untuk di pindahkan, di kota Batu kan masih belum bisa karena kalau diterapkan seperti itu banyak sekali.

Walaupun dengan keadaan seperti ini, dihimbau untuk bangunan baru agar memperhatikan dengan bantaran sungai “, jelasnya.

( Wic )

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *