{Klikbatu.id} Malang | Blues Jam session with tk_nol_kecil & paul gustaf semalam menjadi satu gelaran reguler event di salah satu cafe baru yang bertempat di Pasar Bareng lantai 2,5 bernama LOSDVK.


Pengunjung serasa di bawa kembali pulang dan bernostalgia pada tahun 90 an dimana tahun tersebut merupakan tahun keemasan bagi musik dan pergaulan anak muda yang santai namun berbatas.
Selain itu, anak-anak muda di sini mempunyai visi dan misi pada dunia edukasi. Digawangi 3 pemuda tangguh Bayu, Recksa dan Fajar mereka membuka kelas bahasa Inggris, kelas seni, mengaji, sablon cukil dan barista yang dibuka khusus untuk anak-anak usia dini di perkampungan Bareng dan sekitarnya.


Dua musisi blues ini sendiri adalah personel dari band Makaryoman yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga penikmat musik di kota Malang.
Berbicara mengenai konsep cafe, LOSDVK mempunyai konsep yang unik dibanding cafe pada umumnya. Paduan tema garden, roots, gipsy, dan 90’s menjadikan kesan cafe ini lebih homie.

“kami memang membidik anak-anak karena mereka ibarat bibit yang harus di sirami, dipupuk agar tumbuh menjadi manusia yang berguna setidaknya bagi dirinya sendiri,mas. Mengingat banyaknya generasi stawbery di era ini, kalo bukan dari kita yang mencegah mau siapa lagi? Kita tau pengaruh gadget dan lingkungan saat ini sangat cepat, mudah sekali mereka mendapatkan informasi apapun saat ini secara direct dan tanpa filter” ujar Reksa mewakili dua rekannya.


Peserta didik disini tidak dipungut biaya sama sekali “kami tau masih banyak keluarga yg harus bangkit kembali setelah terdampak pandemi beberapa tahun lalu, belajarnya disini santai kok mas, anak-anak biar gak jenuh juga. Ya, siapa tau bakat mereka bisa terasah disini dan menjadi enterpreneur. Tujuan kami hanya itu sih, kan tidak semua bakat diajarkan di sekolah. Bukan berarti sekolah tidak baik, sama sekali enggak. Kami hanya jadi booster saja supaya anak-anak ini kelak lebih mandiri dan tangguh.

Kami tidak memungut biaya apapun, hanya bagi mereka yang mau dan yang mampu kami minta satu saja bibit tanaman dimana nanti mereka juga yang akan merawat tanaman mereka sampai tumbuh. Masing-masinh tanaman akan diberi nama sesuai yang mereka inginkan.” pungkas Bayu.{Ags/Red}

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *