Cara cek Plagiarisme adalah plagiarisme yang melanggar hak cipta yaitu hak seseorang atas hasil penemuannya yang dilindungi undang-undang.

Plagiarisme banyak terjadi di dunia ini, baik itu konten video, audio, atau teks, terutama di bidang penulisan. Para penulis sangat dirugikan oleh plagiarisme ini. Sebelumnya, Anda harus tahu apa yang dimaksud dengan plagiarisme. Plagiarisme memiliki kata dasar plagiarisme, yang berarti mengambil karangan orang lain (pendapat, dll) dan menjadikannya sebagai milik Anda, seperti menerbitkan karya orang lain atas nama Anda sendiri. Plagiarisme juga didefinisikan sebagai plagiarisme.

Kemudian plagiarisme adalah plagiarisme yang melanggar hak cipta. Hak cipta – hak seseorang yang dilindungi secara hukum atas hasil penemuannya (misalnya, hak cipta untuk mengarang, menulis musik). Pengertian plagiarisme dan plagiarisme saya ambil dari KBBI. Maka dari itu, sebagai content creator, khususnya penulis, Anda harus menulis tanpa plagiarisme. Surat asli, meskipun kata-kata atau bahasanya masih kabur, akan jauh lebih baik karena itu adalah karya Anda sendiri, dibandingkan dengan surat jiplakan yang bagus.

Cara menghindari plagiarisme adalah dengan membayar penulis, sehingga teks menjadi hak milik Anda sesuai kesepakatan. Jika Anda menulisnya sendiri, maka setelah tulisan Anda selesai, Anda bisa mengeceknya menggunakan beberapa website atau situs pemeriksa plagiarisme online. Penggunaan situs cek plagiarisme ini biasa digunakan untuk penulis yang sedang menulis disertasi, artikel, jurnal ilmiah, blog, website, dll. Caranya sangat mudah, contohnya saya mengambil situs berikut ini https://www.check-plagiarism.com/ pengenal/:

1. Masuk ke tampilan utama website pemeriksa plagiarisme, tinggal copy paste atau ketik saja teksnya. lalu ketik di kotak yang bertuliskan “Tempel teks Anda di sini”

2. Selanjutnya akan terlihat perubahan jumlah kata dengan keterangan “Words” dan setelah itu klik atau centang kotak “I’m not a robot”, lalu klik “Check Plagiarism”

3. Nanti hasil plagiarisme ada 2 kategori dengan persentase yaitu konten unik dan konten plagiat. Disini saya plagiat 8%, karena ada kemiripan kalimat dengan KBBI. Setahu saya Google masih paham maksimal 30% konten plagiat, karena kadang kalimat atau bahasa kita mirip, ini wajar, masih aman dari penghapusan, begitu juga dengan kebijakan AdSense. Selain itu, jangan lupa untuk selalu mengutip sumber jika mengambil atau mereferensikan karya mereka.

4. Selesai

Di bawah ini adalah website atau situs lain untuk online plagiarism checker, cara penggunaannya hampir sama dengan cara di atas.

Jika Anda memiliki website/blog Anda juga dapat mendaftarkan website/blog Anda dengan DMCA dan Copyscape kemudian Anda dapat menempatkan ikon/widget di website/blog Anda untuk menghindari plagiarisme online sehingga Anda dapat meminta penghapusan konten yang menjiplak karya Anda. .

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *